Prof. Abu Bakar Sambah: Memprediksi Ikan Lemuru dari Data Satelit
Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah, S.Pi., M.T. adalah salah satu alumni IKMAS angkatan 1996 yang kini menjadi Guru Besar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Bidang keahliannya adalah pemetaan sumber daya pesisir dan laut — menggunakan data penginderaan jauh (remote sensing) dan pemodelan spasial untuk memahami kondisi laut dari jarak jauh, tanpa harus turun langsung ke setiap titik perairan.
Salah satu karya beliau yang terbit di jurnal Fishes (2021) meneliti dampak fenomena upwelling — naiknya massa air dingin kaya nutrisi dari laut dalam ke permukaan — terhadap populasi ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Selat Bali, khususnya saat terjadi Indian Ocean Dipole (IOD), yaitu pola perubahan suhu permukaan laut di Samudra Hindia yang mirip dengan El Niño tapi di kawasan berbeda. Penelitian ini menjadikan beliau penulis ketiga bersama tim dari FPIK UB.
Karya lain beliau, yang terbit di jurnal Biodiversitas (2020), mengkaji variasi suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a (indikator kesuburan perairan yang berkaitan dengan kelimpahan fitoplankton) di Selat Bali sepanjang waktu. Kedua penelitian ini saling melengkapi: satu memetakan kondisi lingkungan laut, satu lagi menghubungkannya dengan perilaku ikan.
Cerita utama dari riset-riset ini sederhana tapi penting bagi nelayan: dengan menggabungkan data satelit suhu permukaan laut, klorofil-a, dan pola IOD, para peneliti bisa memprediksi kapan dan di mana ikan lemuru — salah satu tangkapan utama nelayan Selat Bali — kemungkinan besar berkumpul. Ini bukan sekadar riset akademis, tapi punya potensi langsung membantu efisiensi tangkapan dan keberlanjutan sumber daya laut di kawasan tersebut.
Bagi teman-teman alumni IKMAS, perjalanan Prof. Abu Bakar menunjukkan bagaimana ilmu kelautan modern bisa menjawab persoalan yang sangat konkret di lapangan — mulai dari data satelit di ruang laboratorium sampai ke perahu nelayan di Selat Bali. Kutipan langsung dari beliau serta detail lain akan kami lengkapi setelah proses konfirmasi dan persetujuan narasumber.
Draf dibantu AI, disetujui oleh admin blog.



