Prof. Nanang Fakhrudin: Dari Daun Sukun ke Senyawa Antiplatelet

Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si. adalah alumni IKMAS angkatan 1998 yang kini menjadi Guru Besar di Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada. Bidang keahliannya adalah fitoterapi atau pengobatan berbasis bahan alam — mencari dan menguji senyawa dari tumbuhan yang berpotensi menjadi obat.

Salah satu karya beliau, terbit di jurnal Pharmacia (2020) sebagai penulis pertama dari UGM, mengangkat penelitian tentang daun sukun (Artocarpus altilis). Dari daun yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan biasa, tim peneliti berhasil mengisolasi senyawa bernama geranylated chalcone yang menunjukkan aktivitas antiplatelet — kemampuan mencegah penggumpalan sel darah (trombosit) yang berlebihan.

Penggumpalan darah yang tidak terkontrol bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari stroke hingga serangan jantung. Karena itu, senyawa dengan aktivitas antiplatelet dari bahan alam seperti ini punya potensi besar sebagai kandidat awal pengembangan obat, meski tentu masih perlu tahapan uji lebih lanjut sebelum bisa dipakai secara medis.

Cerita utama dari riset ini menarik justru karena bahan bakunya begitu sederhana dan mudah ditemukan — daun sukun yang tumbuh di banyak pekarangan rumah di Indonesia. Riset semacam ini menegaskan potensi besar kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber bahan obat, sekaligus menunjukkan pentingnya riset ilmiah yang ketat untuk membuktikan khasiat yang selama ini mungkin hanya jadi pengetahuan turun-temurun.

Bagi teman-teman alumni IKMAS, perjalanan Prof. Nanang menunjukkan bagaimana ilmu farmasi modern bisa menjembatani kearifan lokal dan sains — dari daun di halaman rumah sampai ke jurnal ilmiah internasional. Kutipan langsung dari beliau serta detail lain akan kami lengkapi setelah proses konfirmasi dan persetujuan narasumber.

Draf dibantu AI, disetujui oleh admin blog.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *