Prof. Ahmad Muttaqin: Pesantren sebagai Pusat Pencegahan Ekstremisme
Prof. H. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. adalah alumni IKMAS angkatan 1991 yang kini menjadi Guru Besar di Program Studi Studi Agama-Agama, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bidang keahliannya adalah studi agama-agama dan moderasi beragama — kajian tentang relasi antaragama serta cara menumbuhkan sikap beragama yang moderat dan tidak ekstrem.
Salah satu karya beliau, terbit di jurnal QIJIS (2022) sebagai penulis kedua dari UIN Sunan Kalijaga, meneliti bagaimana wacana moderasi dijadikan arus utama (mainstreaming) dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme kekerasan (Preventing/Countering Violent Extremism, disingkat P/CVE) di pesantren-pesantren Jawa Tengah.
Cerita utama dari riset ini menantang stigma yang selama ini sering melekat pada pesantren: bukannya jadi basis radikalisme seperti sering dicurigai, pesantren justru bisa diposisikan sebagai pusat pencegahan ekstremisme lewat pendekatan moderasi beragama. Pendekatannya bukan deradikalisasi yang reaktif — menunggu radikalisme muncul baru ditangani — melainkan mainstreaming moderation, yaitu menjadikan sikap moderat sebagai arus utama sejak awal dalam kehidupan pesantren sehari-hari.
Pendekatan ini relevan di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi radikalisasi di lembaga pendidikan keagamaan. Riset semacam ini menunjukkan bahwa pesantren, dengan segala tradisi keilmuan Islamnya, justru punya modal besar untuk menjadi benteng moderasi, bukan sumber masalah.
Bagi teman-teman alumni IKMAS, kiprah Prof. Ahmad Muttaqin menunjukkan bagaimana kajian studi agama bisa menjawab persoalan sosial-keagamaan yang sangat aktual di Indonesia. Kutipan langsung dari beliau serta detail lain akan kami lengkapi setelah proses konfirmasi dan persetujuan narasumber.
Draf dibantu AI, disetujui oleh admin blog.



