Jogja Nyadong Ustadz Assalaam
Merawat Pondasi, Menyambung Silaturahmi
Yogyakarta — Ikatan Alumni Ma’had Assalaam (IKMAS) melalui Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan Divisi Dakwah memulai langkah silaturahmi daerah bertajuk Nyadong Ustadz Assalaam, dengan Yogyakarta sebagai lokasi perdana.
Dalam khazanah budaya Jawa, nyadong dimaknai sebagai sikap berdoa, memohon, dan mencari berkah dengan adab serta kerendahan hati. Makna inilah yang menjadi ruh program Nyadong Ustadz—sebuah ikhtiar alumni untuk kembali menyapa sumber nilai, yakni pondok, melalui kehadiran ustadz Assalaam di daerah.
Berbeda dari kegiatan dakwah pada umumnya, Nyadong Ustadz Assalaam tidak dirancang sebagai safari ceramah atau acara seremonial. Program ini menghadirkan ustadz sebagai tamu yang duduk bersama alumni, membuka ruang dialog, berbagi cerita, dan merawat kebersamaan secara sederhana namun bermakna.
“Nyadong Ustadz adalah jalan kembali ke asal—untuk merawat pondasi dan menguatkan silaturahmi sebelum melangkah pada kolaborasi,” demikian semangat yang melandasi pelaksanaan program ini.
Yogyakarta dipilih sebagai lokasi perdana karena karakter kotanya yang dialogis serta menjadi ruang perjumpaan alumni lintas generasi dan latar belakang. Dalam suasana yang cair dan kekeluargaan, alumni diajak untuk kembali merasakan kehadiran pondok secara hidup—bukan melalui jarak, tetapi melalui perjumpaan.
Melalui program ini, IKMAS berharap silaturahmi pondok dan alumni dapat terus terawat, nilai-nilai Assalaam tetap hidup di tengah realitas kehidupan alumni, serta tumbuh kepercayaan yang menjadi dasar kolaborasi ke depan.
Nyadong Ustadz Assalaam bukan tentang keramaian, melainkan tentang kedalaman perjumpaan. Bukan tentang agenda besar, tetapi tentang menjaga pondasi dan menyambung silaturahmi—agar nilai terus berlanjut dari generasi ke generasi.




