Alumni Menyapa Santri: Berbagi Jejak, Menyemai Asa

Sukoharjo 10 Januari 2026

Pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam tidak berhenti pada ruang kelas dan asrama. Ia menjelma menjadi perjalanan panjang yang terus memberi makna, bahkan setelah santri berstatus alumni. Kesadaran inilah yang melandasi agenda Alumni Menyapa Santri, sebuah ruang temu inspiratif yang mempertemukan pengalaman alumni dengan semangat para santri yang sedang menempuh proses pendidikan.

Melalui agenda ini, Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam bersama Ikatan Alumni Ma’had Assalaam (IKMAS) menghadirkan alumni sebagai penyambung nilai, berbagi kisah nyata tentang bagaimana kehidupan pondok membentuk karakter, arah hidup, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Dari Serunya Mondok hingga Menemukan Jati Diri

Para alumni menuturkan bahwa masa SLTA di Assalaam adalah fase pembentukan diri yang paling berkesan. Keterlibatan aktif dalam organisasi santri, kepanitiaan, dan latihan kepemimpinan menjadi ruang belajar yang nyata. Di sinilah santri dilatih bertanggung jawab, bekerja dalam tim, serta berani tampil dan berpendapat.

Kehidupan pondok dengan beragam aktivitas khas—seperti muhadharah, latihan dakwah, pembiasaan bahasa asing, dan pengelolaan agenda besar—memberikan pengalaman yang tidak banyak dijumpai di luar pesantren. Cerita-cerita ini dihadirkan alumni untuk menyemangati santri agar menikmati proses mondok sebagai ladang pembelajaran hidup.

Bekal Nyata Menuju Dunia Kampus

Alumni juga berbagi tentang manfaat konkret pendidikan Assalaam saat melanjutkan ke perguruan tinggi. Kebiasaan disiplin, mandiri, terbiasa berbicara di depan umum, serta budaya diskusi menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika kampus.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, enam tahun pendidikan pondok membentuk jati diri dan nilai hidup yang kuat. Pesan ini menjadi pengingat bagi santri bahwa proses yang sedang dijalani hari ini adalah bekal penting agar kelak tidak mudah goyah ketika menghadapi lingkungan baru.

Menjadi Imam di Dunia Kerja dan Keluarga

Dalam dunia kerja, alumni Assalaam merasakan langsung manfaat pembentukan karakter pondok. Mereka lebih mudah beradaptasi, dipercaya, dan mampu mengambil peran kepemimpinan—menjadi imam di tengah lingkungan profesional. Jaringan alumni yang luas juga membuka peluang relasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Pengalaman mondok turut membekali alumni dalam kehidupan berkeluarga: lebih mandiri, teruji menghadapi masalah, serta mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kisah ini disampaikan alumni sebagai motivasi agar santri bangga dengan identitas kesantriannya.

Menyambung Nilai, Menjaga Tradisi

Melalui Alumni Menyapa Santri, Assalaam tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga estafet nilai. Alumni hadir sebagai saksi hidup bahwa proses mondok yang dijalani santri hari ini akan berbuah di masa depan. Sebuah pesan sederhana namun kuat: apa yang ditempa di Assalaam akan selalu menemukan jalannya dalam kehidupan nyata.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *